Archive

Archive for April 13, 2010

Belajar Dari Kesalahan Chernobyl

Unit 4 Reaktor Chernobyl Pasca Kecelakaan

Berbicara tentang nuklir, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tidak lepas dari Chernobyl. Kecelakaan nuklir terparah yang terjadi dalam sejarah PLTN komersial 24 tahun yang lalu, tepatnya 26 April 1986 ini meninggalkan berbagai hal yang dapat dipelajari. Bagi para penentang nuklir, kejadian ini merupakan justifikasi untuk menolak PLTN atau aplikasi nuklir dalam bentuk apapun juga. Bagi para ilmuan dan praktisi nuklir, Chernobyl menjadi pelajaran bagi pengembangan generasi PLTN selanjutnya, juga sebagai pengalaman berharga dalam desain PLTN dengan tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi. Tidak dapat dipungkiri energi nuklir masih sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan energi di dunia, karena dayanya yang besar, efisiensi dan efektifitas, serta ramah lingkungan.

Kecelakaan Chernobyl terjadi pada PLTN Chernobyl unit 4 yang terletak di Ukraina (saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet), merupakan kecelakaan nuklir terburuk dan satu-satunya yang termasuk dalam skala 7 menurut Skala Kejadian Nuklir Internasional (International Nuclear Event Scale). Chernobyl terletak sekitar 130 km utara Kiev di Ukraina dan 20 km sebelah selatan perbatasan Belarusia sekarang.

Di lokasi PLTN Chernobyl saat itu terdapat 4 reaktor daya tipe RBMK-1000 (Reaktor Bolshoy Moshchnosty Kanalny) merupakan jenis reaktor air ringan dengan moderator grafit. Pada saat kecelakaan keempat reaktor masing-masing menghasilkan daya listrik 1000 MW dan mensuplai sekitar 10% kebutuhan listrik Ukraina. Pembangunan reaktor dimulai tahun 1970, unit 1 beroperasi tahun 1977, diikuti unit 2 tahun 1978, unit 3 tahun 1981 dan unit 4 1983. Pada saat kecelakaan sedang dibangun unit 5 dan 6 di lokasi tersebut masing-masing juga dengan daya 1000 MW.

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.